Laki-laki itu tidak memukulku. Dia cuma bicara. Tapi caranya bicara membuat kepalaku berisik dan dadaku …
Baca SelengkapnyaTag: cerpen
Tersesat dengan Gagah
Gerimis baru saja membasuh aspal Jalan Jaksa. Aku menyulut kretek ketiga. Di depanku, secangkir kopi …
Baca SelengkapnyaSepasang Sepatu Mas Udhin
Sabtu pagi kami jarang dibuka dengan obrolan santai di teras atau sesapan kopi hangat yang …
Baca SelengkapnyaBahasa Rahasia Detak Jantung
Di kejauhan, kerbau-kerbau itu bergerak lambat, seperti arwah purba yang terjebak dalam tubuh yang berat. …
Baca SelengkapnyaTernyata, Aku Boleh Juga di Matamu
“Wah,” gumamku sambil menatap layar ponsel yang menyala di kegelapan kamar. “Kok bisa ya? Kamu …
Baca SelengkapnyaCapung Peradaban Lain Menonton Kita
Kabut tipis masih menggantung di atas pucuk-pucuk daun padi yang mulai merunduk. Butiran embun berkilau …
Baca SelengkapnyaJANGAN DI SENTUH!
[1/18] Tanganku gemeteran parah. Aku ngetik ini pakai satu tangan di dalam pipa pembuangan limbah …
Baca SelengkapnyaTragedi Burung Pak Bambang
Di Kota Valdo-Pania, teknologi bukan lagi sekadar alat pembantu, melainkan penentu kebenaran. Puncaknya terjadi ketika …
Baca SelengkapnyaSeptember
Selamat pagi, lelaki kebanggaanku. Di antara rintik hujan pagi ini, namamu selalu jadi doa yang …
Baca SelengkapnyaKOTAK MASUK
Malam ini, tepat jam 12, ponselku bergetar. Ada pesan dari nomor Baska. Jantungku berdegup kencang …
Baca Selengkapnya