Sepotong Sore yang Mengusirmu Pulang
Jam dinding di kamar ini mati pas jam empat lewat lima belas, tepat saat seekor lalat hijau gemuk mendengung frustrasi terjebak di sela kaca jendela. Kubiarkan saja benda itu mati.…[...]
Read More
Jam dinding di kamar ini mati pas jam empat lewat lima belas, tepat saat seekor lalat hijau gemuk mendengung frustrasi terjebak di sela kaca jendela. Kubiarkan saja benda itu mati.…[...]
Read More
Lantai semen Pasar Sentral yang kupijak sudah retak-retak, selekas nasib lapak loak kami yang digusur perda tata kota minggu lalu. Senja mendarat dengan tergesa di mataku, membawa bau amis parit,…[...]
Read More
Sapardi pernah berbisik bahwa tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni. Namun bagiku, ia keliru. Ada yang jauh lebih tabah sekaligus sunyi, yaitu sepotong hati yang memilih mengekalkan…[...]
Read More
"Kamu itu guru, Nad, bukan model runway," sindir Bu Lastri, menatap sinis dari balik kacamata tebalnya tiap kali aku lewat koridor. Aku cuma senyum. Senyum andalanku: segar, alami, tipis-tipis. Tiga…[...]
Read More
Keran air di kamar mandi kosku punya ritme yang aneh. Tikus. Tikus. Tikus. Bunyinya menyerupai detak jantung orang yang sedang menunggu ajal di bangsal puskesmas, atau mungkin ketukan sepatu pantofel…[...]
Read More
Bayangkan Anda memesan paket, lalu saat kurir datang, Anda mendadak mencium kakinya sambil menangis histeris: “Mas, untung ada Mas. Kalau enggak ada Mas, saya bisa mati!” Absurd banget, kan? Si…[...]
Read More
Bajingan! Matahari di atas kantor kelurahan ini rasanya sengaja ditaruh pas satu jengkal di atas kepala, khusus untuk menyiksa orang-orang miskin seperti kami. Baju dasterku sudah basah kuyup di bagian…[...]
Read More