Aku membuka mata dan—entahlah—dunia langsung terasa terlalu bising. Tapi aku tidak mau mengutuk apa pun …
Baca SelengkapnyaPenulis: diyah kuning
Besek Malam Ketujuh
Di tengah ruangan, tubuh ayahnya membujur kaku di atas kasur tanpa dipan. Hanya dibungkus kain …
Baca SelengkapnyaMengapa Kurikulum Karakter Saja Tidak Cukup?
Sebagai guru, hati saya hancur dan tercekat waktu mendengar kabar tentang teman sejawat kami. Guru …
Baca SelengkapnyaDi Bawah Langit Senja yang Sepotong
Aku merindukanmu. Sederhana, tapi betah sekali ia tinggal di kepalaku. Aku merindukan kalimat-kalimatmu yang selalu …
Baca SelengkapnyaSepasang Bajingan, Seonggok Guling, dan Cinta yang Minta Mati
Malam bajingan. Aku tahu aku bodoh. Jari-jariku sampai memutih karena meremas guling ini terlalu erat, …
Baca SelengkapnyaSepotong Sore yang Mengusirmu Pulang
Jam dinding di kamar ini mati pas jam empat lewat lima belas, tepat saat seekor …
Baca SelengkapnyaSepasang Mata yang Salah Membaca Isyarat di Bawah Temaram Lampu Lima Watt
Lantai semen Pasar Sentral yang kupijak sudah retak-retak, selekas nasib lapak loak kami yang digusur …
Baca SelengkapnyaTentang Hati yang Menolak Menjadi Abu dan Sepasang Larik yang Menolak Membiarkanmu Sendiri
Sapardi pernah berbisik bahwa tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni. Namun bagiku, …
Baca SelengkapnyaZombi-Zombi Cilik Beraroma Minyak Telon
“Kamu itu guru, Nad, bukan model runway,” sindir Bu Lastri, menatap sinis dari balik kacamata …
Baca SelengkapnyaSENDIRIAN
Tiga belas sentimeter. Hanya setinggi itu tabung Bright Gas yang ada di dapurku terangkat dari …
Baca Selengkapnya