Hujan Borneo

Pagi…
Aku sibuk merapikan ini-itu,
bersiap menghadapi hari, seperti biasa.
Di telinga, ada lagu mengalun,
mencoba agar tetap tenang.

Lalu suara Tulus sampai ke bagian itu:
“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh.”

Gerakanku berhenti.
Aku tersenyum, dan… ingat kamu.

Lucu, ya.
Hidupku akhir-akhir ini mirip film India;
tiap kali melangkah, ada musik latar berputar.
Waktu aku berjalan,
mengais rupiah untuk bertahan,
lagu tentangmu tidak pernah benar-benar selesai.

“Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh.”

Aku rasa,
aku tidak perlu meminta lebih.
Mencintaimu dalam diam ternyata serumit dan seindah itu.

Seperti melihat hujan di Borneo, September tahun dua ribu dua puluh enam;
aku tidak menyentuh airnya,
tapi aku bisa merasakan dingin dan tenangnya.

Jadilah aku di sini,
menjadi penonton paling setia dari seluruh bahagiamu,
dari jarak yang paling aman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *