
Menulis fiksi itu cara paling aman buat numpahin rasa tanpa harus kelihatan oversharing. Bisa dilebih-lebihkan sesuka hati pula, hihihihi. Karena alasan itulah, saya akhirnya memberanikan diri nodong teman-teman penulis hebat ini buat bikin proyek nekat: sebuah buku antologi cerpen.
Proyek perdana ini akhirnya lahir dengan judul Kabar-Kabar yang Tercecer di Laut Hitam.
Pas bukunya jadi dan dibaca ulang, saya baru sadar—kok isinya malah kebanyakan cerita dark romance ya? Agak absurd sebenarnya, tapi ya ampun, bikin emmm gemes banget! Jenis romansa pekat yang tipikalnya bakal bikin kita-kita yang baca pengen nyubit ginjal tokohnya pakai obeng, wkwkwk.
Buku ini adalah rangkuman dari keabsurdan kami yang dirangkai dengan indah lewat kata-kata. Jadi, kalau kalian penasaran sama kegilaan kami yang manis tapi agak gesrek ini, boleh banget lho langsung dipesan sekarang. Yak, betul sekali, mari kita sambut: mamamamamamarrrrrrrketiiiing! wkwkwk.
Gayatri Sri Mawarni
Keren nak Diyah…. terus menginspirasi ya lewat karya2 yang bermutu. Bulik bangga padamu
diyah kuning
Terima kasih, Bude. Aamiin, mohon doa restunya, Bude
Ez
Keren.
Sukses terus.
diyah kuning
Aamiin, terima kasih.