16 Mei 2026

Memotong Senja

Mas Daeng sayang, Kau tahu, Sayang? Orang-orang di luar sana seperti senja di televisi,datangnya cuma sebentar, lalu pamit diganti iklan sabun cuci. Hanya kau satu-satunya manusia,yang sekokoh batu karang di…[...]

Read More
15 Mei 2026

Langit Mu

Mas Daeng sayang, lihatlah orang-orang di luar sana tengah sibuk menampung hujan, Mereka membawa seribu ember, membagi basahnya ke banyak halaman. Katanya, mumpung langit sedang baik hati dan gratisan,untuk apa…[...]

Read More
15 Mei 2026

Semesta

Mas Daeng sayang, Adik sudah menelepon operator semesta,meminta agar esok pagi datang lebih cepat. Sebab Sayang tau? Bahwa rindu ini sungguh kurang ajar,ia membuat Adik betah hidup seharian penuh. Hari…[...]

Read More
15 Mei 2026

Telaga Sunyi

Aksara, aku pernah keras kepala menetapdi bawah atap yang bocor oleh rintik waktu.Kutampung hujan yang jatuh dari langit berlapis dua,hujan yang dikirim oleh seseorang yang membagi basahnya di ranjang yang…[...]

Read More
13 Mei 2026

Hujan yang Percuma

Kota ini tidak pernah berhenti berisik. Klakson kendaraan bersahut-sahutan, saling buru, seolah-olah jalan raya adalah sepotong waktu yang hampir habis. Langkah kaki orang-orang bergerak cepat di atas trotoar. Mereka terburu-buru…[...]

Read More
13 Mei 2026

Senjata Pamungkas Saat Malas

Di kantor, selain hirarki jabatan, ada satu hukum rimba yang tidak tertulis namun lebih sakti dari SK pengangkatan: hukum senioritas berdasarkan uban. Belakangan ini, saya sering geli sendiri melihat fenomena…[...]

Read More