Ya Mau Bagaimana Lagi?

Bolehkah sore ini aku sedikit sombong kepada semesta?
Akan kupamerkan pada langit, angin, dan riuh dunia,
bahwa di balik megahnya ciptaan yang mereka punya,
aku memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga: cintamu.

Iya, aku tahu, raga kita belum sepenuhnya menyatu.
Tubuhmu belum sepenuhnya bisa kupeluk erat setiap waktu.
Namun, dicintai olehmu dengan ketulusan yang utuh,
sudah seperti mendapat durian runtuh di tengah gundahku.

Jadi, ya mau bagaimana lagi?
Dia cintanya denganku, bukan denganmu.
Maaf-maaf saja ya, jangan cemburu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *