Aksara, aku pernah keras kepala menetapdi bawah atap yang bocor oleh rintik waktu.Kutampung hujan yang …
Baca SelengkapnyaPenulis: diyah kuning
Jangan Pernah Terobsesi dengan Logika Lelaki
[1/7] Aku rasa aku harus menulis ini sekarang sebelum semuanya terlambat. Ini bukan cerita fiksi, …
Baca SelengkapnyaRomantisme Surat Izin Sakit dan Pudarnya Sopan Santun
Zaman saya sekolah dahulu, menjadi murid atau orang tua itu ada rasa “uji nyalinya”. Kalau …
Baca SelengkapnyaHujan yang Percuma
Kota ini tidak pernah berhenti berisik. Klakson kendaraan bersahut-sahutan, saling buru, seolah-olah jalan raya adalah …
Baca SelengkapnyaSenjata Pamungkas Saat Malas
Di kantor, selain hirarki jabatan, ada satu hukum rimba yang tidak tertulis namun lebih sakti …
Baca SelengkapnyaMas Daeng Safar
Di antara denting sendok dan piring yang berkilau, di bawah lampu gantung yang berusaha keras …
Baca SelengkapnyaPeta yang Ditulis di Atas Kertas Basah
Di dalam dada, ada sebuah jam pasir yang retak, namun pasirnya tidak jatuh ke bawah, …
Baca SelengkapnyaDosa Besar Memamerkan Buku di Media Sosial
Ada selentingan yang bikin dahi mengernyit: “Baca buku kok diposting? Pamer ya? Penulis beken saja …
Baca SelengkapnyaAda Orangnya, Tak Ada Perannya
Banyak ayah yang merasa tugasnya sudah beres begitu selesai setor uang jajan. Dikira anak itu …
Baca SelengkapnyaSajak Tengah Jalan
Begini kita membangun rumah;tanpa pondasi,tanpa atap yang meneduh. Tak ada pintu yang diketuk di awal …
Baca Selengkapnya