Serpihan Kayu di Pangkal Lidah
Keran air di kamar mandi kosku punya ritme yang aneh. Tikus. Tikus. Tikus. Bunyinya menyerupai detak jantung orang yang sedang menunggu ajal di bangsal puskesmas, atau mungkin ketukan sepatu pantofel…[...]
Read More
Keran air di kamar mandi kosku punya ritme yang aneh. Tikus. Tikus. Tikus. Bunyinya menyerupai detak jantung orang yang sedang menunggu ajal di bangsal puskesmas, atau mungkin ketukan sepatu pantofel…[...]
Read More
Bayangkan Anda memesan paket, lalu saat kurir datang, Anda mendadak mencium kakinya sambil menangis histeris: “Mas, untung ada Mas. Kalau enggak ada Mas, saya bisa mati!” Absurd banget, kan? Si…[...]
Read More
Bajingan! Matahari di atas kantor kelurahan ini rasanya sengaja ditaruh pas satu jengkal di atas kepala, khusus untuk menyiksa orang-orang miskin seperti kami. Baju dasterku sudah basah kuyup di bagian…[...]
Read More
"Hei kamu, iya kamu..."Suara itu hanya bergema di dalam kepalaku, tertahan di ujung lidah setiap kali sosoknya melintas di koridor perpustakaan yang sepi. Lelaki itu tidak berjalan; ia seolah meluncur,…[...]
Read More
Di hadapan selembar kertas yang masih putih bersih ini, kuletakkan penaku dengan tangan yang gemetar. Malam telah sepuh, angin gunung berembus dingin menembus kisi-kisi jendela, namun panas di dalam dadaku…[...]
Read More
Gerimis baru saja membasuh aspal Jalan Jaksa. Aku menyulut kretek ketiga. Di depanku, secangkir kopi hitam yang dingin dikerubuti dua ekor semut mati. Aku menatap jalanan. Memantulkan lampu neon hotel…[...]
Read More
Sabtu pagi kami jarang dibuka dengan obrolan santai di teras atau sesapan kopi hangat yang tenang. Alih-alih aroma arabika, bau menyengat lem kuning dari luar pintu selalu lebih dulu menyergap…[...]
Read More