Heran ya, zaman sekarang koruptor bisa lancar menggarong miliaran rupiah per hari, tapi kaum bapak-bapak kalau disuruh ketik satu kalimat kabar pas LDR susahnya minta ampun!

Minggu lalu, sofa rumah saya jadi saksi bisu waktu seorang sahabat menumpahkan kedongkolannya. Wajahnya kaku, mirip mesin ATM yang sedang error. Masalahnya klasik: suaminya itu susah banget ngasih kabar duluan sebelum diomelin.

“Dia itu kalau ditanya lagi apa, jawabnya cuma ‘kerja’. Ditanya udah makan belum, jawabnya ‘udah’. Singkat, padat, dan bikin tensi darah saya naik ke ubun-ubun! Terus kalau ga ditanyain ya sudah, krik krik itu HP saya. Malah lebih sering WA dari penipu nawarin hadiah 500 juta, Mbaaa!” ujarnya berapi-api sembari mengunyah keripik pedas dengan brutal.

Saya cuma bisa mengelus dada menahan takjub. Dalam hati saya membatin: Ini suaminya niat LDR atau lagi ikut ujian masuk CPNS sih? Kok kaku amat kayak kanebo kering!

Lebih ajaib lagi pas diprotes. Si suami dengan santainya membela diri lewat telepon, “Lho, kan yang penting aku udah pantau kamu dari jauh. Tadi aku juga udah nge-like status Whatsapp, Facebook sama Instagram kamu, kan? Itu tanda kalau aku ada di sini.”

HELLOÔÔÔ… TOLONG YA KAUM BAPAK-BAPAK!

Sejak kapan tombol Like di media sosial naik kasta jadi pengganti nafkah batin berbentuk kabar?! Anda itu suaminya, bukan stalker rahasia atau admin akun gosip yang tugasnya cuma memantau dari kegelapan! Kita, kaum perempuan ini, tidak butuh jempol biru di status Facebook. Kita butuh ketenangan jiwa, Woooi!!

Jujur saja, kami para istri sering dibuat bingung sekaligus elus dada. Apakah kaum laki-laki ini memang aslinya tidak sepeduli itu dengan perasaan kami yang gampang cemas? Ataukah jempol mereka itu mendadak cantengan berjamaah kalau harus membuka aplikasi WhatsApp? Atau (ini skenario paling buruk) apakah kami ini sebenarnya sudah digeser dari daftar prioritas utama kalian? Aduh, maaf ya, saya menulis ini kok mendadak ikutan sensi dan pengin ikut nangis bombay juga.

HUAAAA!!! KESAL BANGEEETTT!!

Padahal, mengetik pesan sederhana itu gratis, tis, tis! Bebas pajak, tidak dipotong biaya admin ini-itu! Mengetik, “Sayang, aku mau rapat dulu ya sejam ke depan,” atau “Ini aku baru mau maksi, menu ayam penyetnya pedas gila,” itu sama sekali tidak butuh waktu lama. Tidak sampai membuat jempol Anda kapalan atau meruntuhkan harga diri Anda sebagai kepala keluarga yang gagah berani petantang-petenteng di luar sana.

Tetapi bagi istri yang menunggu di ujung sana, sebaris kalimat itu khasiatnya lebih manjur daripada obat penenang dosis tinggi. Jiwa langsung adem, pikiran bebas dari sindrom “berpikir liar”.

Ingat ya, musuh terbesar hubungan jarak jauh itu bukan pelakor. MUSUHNYA ADALAH ISI KEPALA KITA SENDIRI! Begitu kabar seret, pabrik imajinasi di dalam otak perempuan langsung bekerja lembur bagai kuda, memproduksi skenario drama fiktif yang lebih seram dari film horor. Kenapa? Karena istri Anda itu manusia berjenis kelamin PEREMPUAN yang punya hati. Bukan dukun sakti mandraguna yang bisa membaca pikiran lewat radar gaib dari jarak ratusan kilometer!

Memberi kabar tanpa diminta itu adalah bentuk tertinggi dari rasa menghargai. Hubungan yang sehat itu dirawat dengan keterbukaan, bukan dengan kode-kodean lewat like status yang malah bikin salah paham.

Jadi, buat para suami yang hari ini sedang mengarungi LDR, yuk buang jauh-jauh gengsi dan rasa malas mengetik. Kabari istri Anda sebelum mereka menyewa detektif swasta atau mendadak mogok masak pas Anda pulang nanti. Menjaga komitmen dari jauh memang butuh kuota internet, tapi jauh lebih butuh kuota kesadaran dan kepekaan logika! Salam kompak dan mari waras bersama!

Nah, begini sudah kalau emak-emak sudah berkumpul. Padahal awalnya saya cuma duduk manis mendengarkan sahabat saya curhat. Lah, kok pas menulis bagian ini, tensi darah saya ikut naik dan tangan saya ikutan gemetar menahan kesal? Ah, dasar wanita! Memang susah dipahami.

Makanya, saya sendiri tidak memiliki ketertarikan membangun rumah tangga dengan perempuan. Untung suami saya laki-laki. WATATATATATAH!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *