Rintik yang Gagal ke Laut

Apalah kita,
selain sepasang sunyi
yang gagal bermuara,
seperti rintik hujan yang jatuh
pada tanah yang salah.

Mungkin takdir terlampau kejam,
atau kita yang terlalu pandai
menolak tahu diri.

Namun, yang telah terjadi
memang harus terjadi.
Tak ada angin yang cukup kuat
menghapus sisa basah di kaca jendela.

Maka, biarkan saja hujan itu
membawa ketidaktahuan kita,
mengalir tenang di pekarangan.

Teruslah menyimpannya untuk kita.
Sebab, bukankah hanya itu
yang tersisa di saku baju kita,
setelah reda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *