Lima Puluh Sembilan Jam Tiga Puluh Menit

Malam ini, sandiwara itu akhirnya runtuh juga. Ternyata, berpura-pura tidak terjadi apa-apa adalah cara paling sialan untuk menyiksa diri sendiri.

Sudah lewat lima puluh sembilan jam tiga puluh menit sejak kita memutuskan untuk berjuang dalam kesendirian lagi. Lucu, bagaimana waktu yang belum genap tiga hari bisa merusak tubuhku secepat ini. Pagi tadi aku terbangun dengan bibir yang pecah-pecah, kering, mungkin karena lupa minum atau terlalu banyak melamun. Lalu di cermin, ada jerawat seukuran biji kacang hijau tumbuh di wajah, seolah semua stres di kepalaku memaksa keluar jadi tanda luka yang menyebalkan. Dan puncaknya malam ini, air mata jatuh begitu saja. Tanpa aba-aba, tanpa alasan yang jelas, mengalir begitu saja di pipi.

Aku sempat duduk di pinggir kasur, merasa kesal dan ingin menyalahkanmu. Ingin rasanya menuduhmu sebagai penyebab kenapa aku harus telantar sendirian di tengah kota yang bising ini. Tapi ingatan tentangmu langsung memotong niat itu. Aku tidak tega. Membayangkanmu juga terasing sendirian di tempat terpencil di sana, membuat amarahku mendadak luruh seketika. Kita sama-sama dihukum, disiksa, oleh jarak.

Lalu pandanganku beralih ke jendela. Di luar sana, orang-orang lewat berpasangan, tertawa, seolah dunia baik-baik saja. Aku sempat ingin membenci mereka, menyalahkan siapa pun yang malam ini bisa berbahagia tanpa peduli ada dua orang yang sedang sekarat karena sepi. Tapi aku sadar itu bodoh. Mereka tidak punya kewajiban apa pun atas kesedihan yang kita pilih sendiri.

Akhirnya, yang tersisa hanya rasa iri yang kekanak-kanakan. Aku cemburu pada siapa saja yang malam ini bisa memeluk orang yang mereka cintai. Mereka tidak perlu tahu rasanya menahan rindu sampai dada terasa sesak dan nyeri.

Sementara kita? Kita hanya bisa pasrah, menunggu malam yang sialan ini menyita kesadaran kita lewat tidur, hanya untuk dipaksa bangun lagi besok pagi oleh kenyataan rindu yang menyiksa berulang kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *