Mas Daeng sayang,
lihatlah orang-orang di luar sana tengah sibuk menampung hujan,
Mereka membawa seribu ember, membagi basahnya ke banyak halaman.
Katanya, mumpung langit sedang baik hati dan gratisan,
untuk apa setia pada satu genangan?
Padahal aku tahu, langitmu juga sedang seksi-seksinya,
Kau punya sejuta kesempatan untuk ikut kebanjiran,
tapi kau justru memilih melipat payung dan menutup jendela.
Terima kasih telah sengaja memilih kuyup hanya di pelukanku,
di saat kau bisa saja basah di tempat lain.