Kok bisa…
Hatiku yang keras seperti kalender tua,
melunak hanya oleh caramu memanggilku,
seolah dunia tak pernah setua ini.
Aku heran pada diriku sendiri,
bagaimana aku yang biasa berjalan tanpa menoleh,
kini belajar menunggu, hanya demi satu senyummu yang datang terlambat.
Kau tidak selalu indah,
kadang kau lelah, kadang marah,
kadang diam seperti doa yang lupa diucapkan.
Namun justru di sanalah cintaku belajar bernapas, di sela-sela kekurangan yang tak kau sembunyikan.
Kok bisa…
Aku secinta itu denganmu,
hingga hal-hal kecil menjadi suci: gelas kopi yang kau genggam, napasmu yang teratur, nada bicaramu saat denganku, dan caramu pulang dengan mata penuh cerita.
Aku mencintaimu bukan karena kau menyelamatkanku, melainkan karena bersamamu
aku berani runtuh tanpa merasa kalah.
Jika cinta adalah pertanyaan,
maka kau adalah jawaban yang tak pernah kupelajari, namun selalu kupahami.
Jika suatu hari aku kehilangan segalanya,
biarlah aku tetap tahu satu hal ini: bahwa pernah ada seseorang yang membuatku bertanya dengan takjub dan pasrah: kok bisa aku secinta itu denganmu?
Bagus bgt bu cerpen ny
Terima Kasih 🥰…
Selamat menikmati 🥰