….

Kata mereka, aku ini manusia batu.
Tidak punya hormat, tidak punya iba.
Selesai. Begitu saja mereka memberi cap.

Aku tidak ingin repot-repot mendebat,
apalagi memohon agar mereka paham.
Ketukan palu mereka sudah telanjur jatuh,
dan lagipula, membela diri hanya bikin lelah.

Biar saja anggapan itu mengeras di kepala mereka.
Sementara aku memilih jalan terus,
menjalani sisa hari yang biasa-biasa saja.
Menjadi manusia yang… ya, biasa-biasa saja.

Mungkin aku memang harus berhenti.
Mungkin ini waktunya aku menyudahi semuanya.
Ya, mengecewakan memang,
menaruh ekspektasi kepada orang sepertiku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *