Pada Hari ketika Langit Menghadirkanmu

Hari ini,
waktu seakan berhenti sejenak,
memberi ruang kepada langit
untuk menuliskan namamu
di antara doa-doa yang paling sunyi.

Ada manusia yang hadir
sekadar menjadi bagian dari perjalanan,
tetapi engkau datang seperti cahaya yang perlahan,
menyusup ke celah-celah hari,
lalu tinggal sebagai kehangatan
yang tak mudah diterjemahkan.

Di hari kelahiranmu ini,
aku tak ingin sekadar mengucapkan selamat.
Aku ingin menitipkan sebuah doa
kepada semesta:
semoga langkahmu selalu menemukan jalan pulang,
semoga lelahmu selalu bertemu dengan teduh,
dan semoga setiap luka
menemukan waktu yang tepat untuk sembuh.

Semoga usia yang bertambah
bukan sekadar angka yang bergerak,
melainkan halaman-halaman baru
yang dipenuhi cerita baik,
perjumpaan yang tulus,
dan kebahagiaan yang datang
tanpa perlu kau kejar.
Jika kelak hari-hari terasa terlalu berat,
ingatlah
pernah ada seseorang
yang menyebut namamu dalam doa,
bukan karena ingin memiliki seluruh hidupmu,
melainkan karena berharap
hidup memperlakukanmu dengan lembut.

Selamat ulang tahun,
Perempuan baik yang begitu berarti.
Semoga Tuhan menjaga setiap langkahmu,
memelukmu melalui hal-hal sederhana,
mengabulkan doa-doa
yang bahkan belum sempat kau ucapkan,
dan menghadirkan kebahagiaan
yang jauh lebih indah
daripada segala yang pernah kau bayangkan.

Dan jika waktu terus berjalan
serta usia terus menua,
semoga satu hal tak pernah berubah:
cahaya di matamu,
ketulusan di hatimu,
dan alasan-alasan kecil
yang membuat dunia terasa
sedikit lebih indah
karena engkau ada di dalamnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *