Aku cemburu pada udara
yang tiap hari kau hirup.
Pada langit
yang tiap hari menaungimu.
Aku iri pada angin.
Ia menyentuhmu
tanpa tahu
seberapa jauh aku.
Bahkan pada nyamuk
yang kautampar sekalipun,
aku ingin menjadi dia:
datang, hinggap,
lalu pergi sesukanya.
Kau di sana.
Aku di sini.
Segala hal bisa menjamahmu,
sementara aku bahkan
tak bisa.